Anies Kenang Rizal Ramli, Ekonom Konsisten Perangi Korupsi dan Praktik Penyimpangan

  • Bagikan
KENANGAN TAK TERLUPA: Rizal Ramli (dua dari kiri) dan keluarga Anies Baswedan.

INDOSatu.co – JAKARTA – Calon Presiden Anies Baswedan turut berduka atas meninggalnya ekonom senior, Dr. Rizal Ramli pada Selasa malam setelah menjalani perawatan di RS Cipto Mangunkusumo selama hampir 2 bulan karena mengidap penyakit kanker pankreas stadium 4.

Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami berduka cita atas wafatnya Bang Rizal Ramli,” kata Anies dikutip INDOSatu.co di akun jejering X-nya @aniesbaswedan, Rabu (3/1).

Usai menyampaikan duka, Anies menilai, bahwa Rizal Ramli merupakan sosok yang konsisten memerangi korupsi, nepotisme, feodalisme, dan konsisten memperjuangkan demokrasi melawan segala macam praktik-praktik penyimpangan.

”Sosok beliau, mengingatkan kami masa-masa ketika kuliah dan aktif di pergerakan mahasiswa. Bang Rizal selalu telaten membantu kami mencari data dan mengkonsultasikan bahan saat kami diminta bicara di berbagai forum diskusi ekonomi di Jakarta. Bahkan pada saat itu, sebagai mahasiswa kami selalu diterima Bang Rizal. Beliau waktu itu memimpin ECONIT,” kata Capres nomor satu dalam Pilpes 2024 ini.

Baca juga :   Erick Thohir Merangkak, Anies Juarai Survei IPO

Anies juga mengaku mempunyai cerita unik mengenai mesin fax. Suatu ketika di awal dekade 1990-an, Anies akan melakukan protes dan melakukan aksi demonstrasi tentang pembobolan Bapindo oleh Eddy Tansil, yang melibatkan Menteri Sudomo.

Saat itu, kenang Anies, dirinya membutuhkan data-data detil yang tidak bisa didapat lewat koran. Lalu saya telepon dan meminta data. Bang Rizal ingin mengirimkan data tersebut melalui fax. Permintaan yang membuat Anies mengaku bingung, karena belum pernah menggunakan sebelumnya.

Baca juga :   Hadiri Jalan Sehat Pemuda Pancasila di Samarinda, Anies Singgung soal Keadilan Sosial

”Hingga akhirnya dikirimkan data tersebut melalui fax salah satu wartel di Yogyakarta. Akhirnya, berkat Bang Rizal, kami menggunakan mesin fax untuk pertama kalinya,” kenang mantan Rektor Paramadina, Jakaarta, itu.

Selesai kuliah, ungkap Anies, orang pertama yang menawari pekerjaan untuk menjadi asistennya adalah Bang Rizal. Meskipun dengan berat hati, Anies menolak ajakan beliau saat itu, karena ingin meneruskan kuliah master ke Amerika Serikat. Namun, hubungan kami terus berjalan dengan baik.

Baca juga :   Kampanye di Bantul, Yogyakarta, Anies Baswedan Ingatkan Negara Bukan Milik Keluarga

”Dan hari ini, kami turut kehilangan seorang pejuang sejati yang sejak muda hingga akhir hayatnya tidak pernah berhenti memikirkan Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih adil. Insya Allah semua amal kebaikan Almarhum akan menjadi kendaraan pada derajat yang mulia di sisi Allah dan akan dicatat dengan tinta emas kehadirannya di Republik ini. Aamiin ya Rabbal alamin ,” pungkas  Anies. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *