INDOSatu.co – LAMONGAN – Kedatangan Capres nomor satu Anies Rasyid Baswedan di Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur disambut puluhan ribu pendukungnya yang memadati di lapangan ponpes, Jumat (29/12). Suasana semakin riuh saat cucu pahlawan Nasional A.R. Baswedan menyampaikan pidato dihadapan mereka.
Suara gemuruh teriakan puluhan ribu massa yang tak henti-hentinya, sahut-menyahut meneriakkan AMIN.. AMIN.. AMIN.. sambil mengacungkan telunjuk jari. Sambutan masyarakat Lamongan bagian utara begitu luar biasa terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Massa tidak lagi mempedulikan panasnya matahari yang mengiringi langit Sendangagung.
Memasuki acara, massa terdiam. Acara berlangsung sangat tertib seolah ingin menciptakan bahwa pendukung Anies bisa tertib, taat aturan, dan hormat pimpinan.
Acara dimulai pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan Yusuf Abidin SQ, lalu sambutan Pengasuh Ponpes Al-Ishlah KH Muhammad Dawam Saleh, dilanjutkan pidato Anies Baswedan.
Anies tampil memikat perhatian puluhan ribu pendukungnya. Dia bercerita tentang takdirnya yang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Lantaran seekor nyamuk menggigitnya dan dia harus istirahat 10 hari karena demam berdarah.
Saat istirahat itu, Anies mengaku justru dilamar untuk menjadi calon gubernur. Cerita tersebut sebenarnya sudah diceritakan Anies di berbagai kesempatan mengenai takdirnya menjad gubernur tersebut. Padahal, harusnya dia sudah harus di New York untuk memenuhi undangan untuk berpidato di konferensi PBB perihal pendidikan.
“Saat sakit itulah, Allah SWT mempunyai rencana indah di balik itu semua,” cerita Anies yang memimpin Jakarta 2017-2022 itu.

Mantan Bupati Bojonegoro Suyoto juga tampak hadir dalam acara kunjungan Anies Baswedan di Ponpes Al-Ishlah. Dalam posisinya sebagai co-captain Timnas AMIN, Kang Yoto, sapaan akrab Suyoto, tentu punya peran penting. Kang Yoto tetap ingin acara Anies di Lamongan menjadi prioritas agar berjalan sukses.
Padahal, Kang Yoto sendiri sebenarnya mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem melalui Dapil IX Jawa Timur yang meliputi wilayah Kabupaten Bojonegoro-Tuban. Di Bojonegoro, Kang Yoto memiliki basis yang lumayan kuat mengingat dua periode menjadi bupati di Bumi Angling Dharma itu.
Sudah banyak warisan dan penghargaan yang dihasilkan oleh Kang Yoto. Karya nyata yang hingga kini dinikmati warga Bojonegoro adalah kokohnya bangunan Jembatan Sasradilaga yang menghubungkan Kecamatan Trucuk dengan wilayah Kota Bojonegoro. Lantaran jembatan itulah, warga Kecamatan Trucuk tidak lagi terisolasi.

Selain itu, Bangunan gedung pemerintahan tingkat tujuh di Jalan Mas Tumapel juga menjadikan wibawa Bojonegoro sebagai kabupaten penghasil migas. Kang Yoto mengaku, selama 10 tahun sudah berbuat yang terbaik bagi warga dan kabupaten Bojonegoro. Hasil karya itu pasti membekas di hati warga Bojonegoro.
Dan selama menjabat sebagai bupati, Kang Yoto juga clear dan bersih dari kasus hukum. Artinya, ketika masuk dan menjabat sebagai bupati dalam kedaaan baik, saat berakhir menjabat pun, juga harus memberi warisan yang baik pula. ‘’Itulah prinsip yang dipesan Ibu (orang tua, Red) saya saat masih sugeng (hidup),’’ kata Kang Yoto.
Pola keterbukaan yang dilakukan Kang Yoto saat menjadi Bupati Bojonegoro juga menjadi sisi positif bagi pemerintahan di Bojonegoro. Setiap Jumat warga bisa menyampaikan kritik, masukan dan harapan terhadap bupatinya. Pola seperti itu belum pernah terjadi sebelum dan sesudah Kang Yoto menjabat sebagai bupati. (*)