INDOSatu.co – JAKARTA – Anies Baswedan akhirnya blak-blakan terkait batalnya PDI Perjuangan hampir mengusung dirinya sebagai calon gubernur di Pilgub Jakarta. Termasuk paksaan PDI Perjuangan yang meminta dirinya sebagai kader jika benar-benar diusung dan dipasangkan dengan Rano Karno.
Meski pencalonan itu tidak terwujud, banyak kalangan menilai, PDI Perjuangan batal mengusung karena status Anies Baswedan bukan kader atau ber-KTA partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Benarkah? Anies Baswedan menyatakan, PDI Perjuangan tidak pernah memaksanya untuk menjadi kader jika ingin diusung. Anies mengaku sama sekali tidak pernah diminta menjadi kader.
”Jadi, tidak pernah ada pembicaraan tentang menjadi anggota atau kader,” kata Anies dalam wawancara di Channel YouTube Mata Najwa dikutip INDOSatu.co pada Ahad (1/9).
Menurut Anies, para petinggi PDI Perjuangan pun sebenarnya sudah menyatakan, calon yang diusung tidak harus menjadi kader. “Bahkan, Pak Dedy Sitorus dalam pernyataan terbuka, juga menyatakan tidak pernah ada permintaan atau tawaran untuk menjadi kader,” ungkapnya.
Anies mengatakan, selama berproses dengan PDI Perjuangan, juga sempat menanyakan apakah calon yang diusung harus menjadi kader. Dari Ahmad Basarah dan Said Abdullah, selaku utusan PDIP, juga tidak ada pernyataan harus menjadi kader.
“Saya juga menanyakan itu, dan dijawab tidak harus,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 itu.
Anies menyatakan, proses bersama PDI Perjuangan terkait Pilgub Jakarta 2024 berlangsung sejak Mei 2024. “Ketua DPD PDIP menyampaikan keputusan mengusungnya berdasarkan hasil dari keinginan semua DPC. Itu disampaikan ke DPP,” ungkapnya.
Komunikasi itu berlanjut saat Anies menerima undangan dari PDI Perjuangan pada Senin saat ada penyerahan rekomendasi calon yang diusung gelombang ketiga. “Saya datang ke situ menghormati undangan, salah satunya untuk bertemu Ketua Umum PDIP Megawati, tapi pertemuan tidak terjadi,” kata Anies.
Selama Anies di DPP PDI Perjuangan bertemua dengan Rano Karno dan berbincang banyak hal tentang kebangsaan. Anies tidak ikut proses pengumuman. “Tidak sempat ketemu Bu Mega. Selama proses Pilkada, saya belum pernah ketemu Bu Mega,” ungkapnya. (*)