Akui Tidak Mudah, Mahasiswi RPL Prodi Kebidanan Bangga Jadi Lulusan Unair

  • Bagikan
SUKSES GANDA: Ari Murti, wisudawati program RPL merasa bangga menjadi lulusan Unair. Kesuksesannya mengantarkan dirinya meraih peringkat dua di angkatannya, meski kuliah yang dijalani sambil bekerja.

INDOSatu.co – SURABAYA – Wisuda ke-244 Universitas Airlangga (UNAIR) pada Sabtu (28/9) menjadi hari yang penuh makna bagi Ari Murti, lulusan S1 Prodi Kebidanan, Fakultas Kedokteran (FK). Perjalanan Ari hingga menuju wisuda diakuinya tidaklah mudah. Sebagai mahasiswi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Ari harus menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi akademis maupun kehidupan pribadi.

Ari mengungkapkan, sebelum memutuskan untuk menempuh pendidikan di UNAIR, ia sempat mendapat peringatan dari gurunya. “Guru yang mewawancarai saya bertanya, apakah saya benar-benar yakin ingin masuk UNAIR, karena banyak universitas lain yang menawarkan jalur RPL dengan proses yang lebih santai,” kenang Ari.

Baca juga :   Kuliah Umum di UNUGO, Fadel Muhammad: Jiwa Leadership dan Enterpreneurship Harus Terus Diasah

Kendati demikian, semangat Ari untuk dapat menempuh pendidikan di UNAIR tetap tidak goyah. “Saya dan angkatan saya tetap bertekad untuk masuk UNAIR, meskipun tantangannya lebih besar,” tegasnya.

Jalur RPL merupakan jalur yang memberi kesempatan kepada mereka yang sudah bekerja untuk tetap melanjutkan pendidikan formal. Karena itu, Ari dan teman-temannya sesama mahasiswi RPL harus membagi waktu antara bekerja dan belajar. Namun, tantangan itu tidak membuat Ari menyerah. “Kami tetap bisa fokus belajar, dan saya sangat bangga bisa meraih peringkat kedua di angkatan saya,” ucap Ari penuh syukur.

Baca juga :   Soal Pemenuhan Kebutuhan Guru, Bupati Terima Penghargaan dari Kemenpan-RB

Selain itu, Ari juga merasakan banyak perkembangan diri selama menjalani kuliah di UNAIR. Ia awalnya tidak bisa berbahasa Inggris, namun tuntutan akademis di UNAIR membuatnya harus menguasai bahasa tersebut. “Dulu saya tidak bisa bahasa Inggris, tapi karena lulusan UNAIR harus bisa bahasa Inggris, saya pun belajar keras dan mengikuti tes ELPT,” jelasnya.

Di balik kesuksesannya, Ari juga melakukan banyak pengorbanan besar. Ia harus mengorbankan waktunya bersama keluarga. Sebagai istri dan ibu, ia merasa sering kali harus meninggalkan keluarganya demi menyelesaikan tugas-tugas kuliah.

“Saya meminta maaf kepada anak dan suami karena sering kali saya harus berangkat pagi dan pulang pagi. Waktu bersama keluarga sangat terbatas selama ini,” ungkapnya

Baca juga :   Kunjungi Makassar, Cucu KH Ahmad Dahlan Berkisah Ayahnya yang Pilih Hidup di Thailand

Namun, semua pengorbanan itu kini terbayar dengan pencapaian luar biasa yang berhasil ia raih. Ari Murti tidak hanya menyelesaikan studinya dengan baik, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi banyak orang bahwa kesuksesan dapat diraih meski harus menghadapi berbagai tantangan besar.

“Kepada teman-teman mahasiswa yang masih muda, kalian masih punya banyak kesempatan untuk berkembang. Di luar sana banyak peluang yang bisa diraih untuk meng-upgrade diri. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada,” pesannya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *