INDOSatu.co – JAKARTA – Konflik pasca usulan pergantian antara Wakil Ketua MPR RI dari unsur DPD dengan ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kian meruncing. Selain melapor di Bareskrim, BK DPD, serta gugatan materiil Rp 100 miliar, Fadel kabarnya mendapat dukungan dari berbagai kalangan untuk terus mencari keadilan lewat jalur pengadilan.
Berbagai kalangan yang mendukung Fadel tersebut datang dari para akademisi, politisi, praktisi hukum, dan tokoh masyarakat. Mantan Gubernur Gorontalo dua periode tersebut mengaku siap fight dalam upaya hukum melawan kezaliman yang dilakukan LaNyalla.
‘’Kalau Anda (wartawan, Red) dizalimi apa yang akan you lakukan? Tentu melakukan langkah-langkah yang perlu you tempuh kan?,’’ kata Fadel melalui sambungan ponselnya kepada INDOSatu.co, Senin (12/9).
Sikap Ketua DPD-RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang menonaktifkan Fadel dari Wakil Ketua MPR RI memang mengejutkan publik. Sebab, Fadel selama ini tidak berhalangan tetap serta bisa menjalankan fungsinya sebagai wakil ketua MPR RI.
“Yang perlu diingat, masyarakat Indonesia masih sangat banyak yang bersama Fadel Muhammad melawan kezaliman LaNyalla,” kata Fadel mengutip ucapan dukungan dari sejumlah politisi dan praktisi hukum kepadanya.
Pasca usulan pemberhentian Fadel Muhammad melalui mosi tak percaya, kabarnya suara DPD RI kini terbelah menjadi dua kubu. Bahkan, puluhan anggota DPD yang dulu ikut tanda tangan mosi tak percaya, kini mereka juga menarik dukungan mosi tak percaya terhadap Fadel tersebut. Bukan hanya itu. Pimpinan DPD RI juga telah menarik tanda tangan usula pemberhentian Fadel. Keduanya adalah Nono Sampono dan Sultan B. Najamudin.
‘’Pak Nono dan Pak Sultan menarik diri karena mereka tahu apa yang dilakukan telah menyalahi peraturan perundangan, dan saya menghargai sikap ksatria beliau-beliau itu,’’ kata Fadel Muhammad.
Karena itu, Fadel meminta agar Badan Kehormatan DPR RI segera memanggil Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti untuk dimintai pertanggungjawaban. Sekaligus menjatuhkan sanksi tegas, seraya mengingatkan Badan Kehormatan (BK) DPD tidak menjadi pelindung LaNyalla.
‘’Anggota DPD yang duduk menjadi anggota DPD saya yakin jernih dalam melihat persoalan, dan akan mengeluarkan keputusan yang adil,’’ kata Fadel.
Ada baiknya, kata Fadel, BK DPD segera memanggil LaNyalla untuk dimintai pertanggungjawaban dan memberikan sanksi tegas atas manuver LaNyalla tersebut,” tegas Fadel. (adi/red)