INDOSatu.co – JAKARTA – Politisi Partai Golkar ‘marah besar’. Kemarahan mereka buntut laporan dari Rifa Handayani ke Mabes Polri, terkait dugaan perselingkuhan yang dilakukannya dengan pengurus teras Partai Beringin yang berinisial AH. Inisial AH itu kini mengarah kepada ketua umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
Laporan Rifa tersebut bak bola salju. Terus menggelinding seiiring makin dekatnya dengan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2024 mendatang. Tak heran jika para pengurus Partai Golkar mengaku kaget dengan aksi nekat Rifa yang melaporkan AH ke Mabes Polri. Selama ini, AH jauh dari gosip miring, termasuk urusan rumah tangganya.
Haris Pratama, politisi muda Partai Golkar itu meminta agar Ketua Umum (Ketum) PG, Airlangga Hartarto (AH) mengklarifikasi dugaan perselingkuhan yang dilaporkan Rifa Handayani ke Mabes Polri tersebut.
Dia menyebut bahwa klarifikasi itu sangat penting untuk menjaga nama baik Airlangga Hartarto (AH) dan Partai Golkar (PG). Sejak dipimpin Airlangga Hartarto, Partai Golkar cukup adem ayem. Tidak ada riak-riak selama alumni Fakultas Teknik UGM Jogjakarta tersebut selama menggawangi partai warisan Orde Baru itu.
“Kita sangat shock dengan laporan ini. Bapak Airlangga harus mengklarifikasi dan menjawab semua berita yang dibuat oleh Rifa Handayani,” kata Haris di Jakarta, Jumat (17/12).
Haris khawatir, jika tidak ada klarifikasi dari sosok AH yang diadukan oleh Rifa, akan mencoreng nama baik AH dan PG. Apalagi menjelang Pemilu 2024 yang rawan ‘digoreng’ oleh lawan politik.
“Isu itu jelas merugikan nama baik Partai Golkar. Ketua Umum harus segera mengklarifikasi,” tegas Haris.
Menurut dia, untuk menjaga tegaknya marwah dan kewibawaan partai, Airlangga Hartarto (AH) harus segera klarifikasi supaya tuduhan yang disampaikan menjadi terang-benderang.
“Jadi, kita prihatin atas kasus yang menimpa Ketum. Sebagai kader yang mencintai partai, kasus itu tidak boleh menjadi beban partai dan menyandera kepentingan seluruh kader yang tengah berkonsolidasi menghadapi pemilu 2024,” ujar dia.
Dia mengingatkan jika persoalan itu terus berlarut-larut, akan menimbulkan spekulasi negatif di publik. Hal itu akan melahirkan disorientasi dan demoralisasi bagi semua kader. Pada gilirannya, kata dia, akan menimbulkan distrust (hilangnya kepercayaan) kader pada ketua umum.
Sebagaimana diketahui, Rifa Handayani dalam videonya mengaku telah melaporkan sosok menteri berinisial AH ke Mabes Polri atas dugaan perselingkuhan. Rifa juga mengaku diancam oleh istri AH berinisial YA.
Rifa mengaku memiliki hubungan khusus, di luar nikah dengan AH. Dia telah mengenal AH sejak 2012 silam, saat menonton konser Jennifer Lopez.
Selain ke Mabes Polri, Rifa didampingi kuasa hukumnya juga menyambangi Komnas HAM untuk meminta perlindungan. Dia tidak ingin dengan adanya laporan yang disampaikan, keselamatan diri dan keluarganya terancam. (za/red)