Ada Kabar Warga Terjangkit Omicron, Kadines: Itu Hoax

  • Bagikan
TIDAK TERBUKTI: Kepala Dinkes Pemkab Lamongan, dr Taufik Hidayat meyakinkan bahwa, informasi ada satu warga Lamongan terjangkit virus Omicron, merupakan kabar hoax belaka.

INDOSatu.co – LAMONGAN – Beredarnya kabar bahwa varian Omicron B.1.1.529 telah ditemukan di Kabupaten Lamongan di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan, membuat Dinas Kesehatan Lamongan perlu meluruskan informasi tersebut.

“Jika ada berita yang menyatakan bahwa Omicron telah masuk ke Lamongan itu berarti hoax,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Taufik Hidayat, Kamis (6/1).

Berdasar informasi yang diterima dari Pemprov Jawa Timur, kata Taufik, ada satu orang ber-KTP Lamongan yang tinggal di Bojonegoro, datang dari Republik Kongo, Afrika yang terindikasi terpapar virus Omicron tersebut.

Baca juga :   Ungkap Data dan Fakta, Senator Filep Simpulkan Papua Darurat Kesehatan

“Kita mendapat informasi dari Provinsi, orang tersebut ber-KTP Lamongan, yakni warga Kedungpring yang bekerja di Kongo. Dan yang bersangkutan sedang menjalani karantina, di Wisma Atlit Jakarta. Sekitar seminggu yang lalu,” terang Taufik.

Terkait kabar tersebut, Pemkab Lamongan bekerjasama dengan satgas selalu mengupayakan serta kesiapannya untuk antisipasi masuknya virus Omicron karena penyebarannya yang begitu cepat.

Baca juga :   Demi Generasi Emas 2045, Lamongan Sehat Raih Capaian Imunisasi Sesuai Target

“Meski Pemprov Jatim sudah menyiapkan tempat karantina, namun kami di Lamongan tetap menyiapkan tempat karantina sebagai kesiapan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjelek yang terjadi, andai ada yang pulang ke Lamongan. Meskipun harapan kami nantinya tidak dipakai,” imbuh Taufik.

Bukan hanya itu. Taufik juga menyampaikan, pihaknya akan terus mengupayakan percepatan vaksinasi anak dan dewasa, menggelar siaran keliling mobil sehat, serta menggalakkan prokes, dengan harapan Kabupaten Lamongan tetap kondusif dan terkendali, serta mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan menghindari kerumunan.

Baca juga :   Usia Relatif Muda, FK UM Surabaya Resmi Sandang Akreditasi Unggul

“Kami harap masyarakat Lamongan untuk tetap mematuhi aturan dan menerapkan prokes. Dengan sinergitas yang dilakukan dari berbagai pihak, Insya Allah Lamongan akan tetap kondusif. Karena itu, kami juga mengaktifkan satgas kecamatan dan desa, memantau pekerja dari luar, selalu melakukan 3T di seluruh PKM. Demi memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tuturnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *