Prihatin Terpinggirkan, Senator Abdul Kholik Anugerahi Kang Tohari Bidang Sastra dan Budaya

  • Bagikan
APRESIASI BUDAYAWAN: Anggota DPD RI, Abdul Kholik (kanan) menyerahkan penghargaan kepada budayawan Ahmad Tohari pada acara Anugerah Senator Indonesia B-52 Bidang Sastra dan Kebudayaan di FIB Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah.

INDOSatu.co – PURWOKERTO – Sastra kian menepi dan terpinggirkan. Pernyataan tersebut tampaknya tidak berlebihan. Apalagi yang mengungkapkan adalah budayawan dan sastrawan kondang, Ahmad Tohari. Tak heran, dia pun merasa prihatin dengan fenomena tersebut. Padahal, sastra dan budaya merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan.

‘’Ilmu eksakta itu untuk mengasah otak dan logika, ilmu ekonomi itu kaitannya dengan perut, sedangkan sastra berguna untuk mengasah hati,” ujar Ahmad Tohari saat menyampaikan Orasi Budaya di Aula Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Banyumas, Rabu (8/6).

Baca juga :   Negara Anugerahi Jurnalis Wanita Pertama Jadi Pahlawan Nasional

Kebudayaan, kata Kang Tohari, sapaan akrab Ahmad Tohari, memiliki arti yang luas. Bahkan, kata dia, ada yang mengatakan terdapat 140 definisi tentang kebudayaan.

Namun, ungkap dia, kebudayaan bagi seseorang, justru merupakan kesadaran untuk menjadi manusia yang baik dan maju. “Karena itu, kalau orang sadar, mereka akan berkembang menjadi baik dan maju. Itu sudah berbudaya,” tandas Kang Tohari.

Menurut Kang Tohari, karya sastra bukan masalah materi, tapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Orang yang tidak suka membaca sastra, biasanya akan sulit memahami kemanusiaan. Dengan bersastra, jiwa akan bisa memahami kemanusiaan.

Baca juga :   Tak Terpasang Iklan Bir-Pesta Sampanye di Formula E, DPD Asal Jateng: Tim Pak Anies Hebat

Namun, keprihatinan Kang Tohari segera terobati karena Abdul Kholik, anggota DPD RI asal Jawa Tengah itu memahami keprihatinan yang dirasakan Kang Tohari tersebut. Karena itu, dengan dirangkai Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, senator asal Jawa Tengah bergelar Doktor tersebut menggelar acara Anugerah Senator Indonesia.

‘’Kang Tohari layak menerima penghargaan ini karena dedikasinya terhadap sastra dan kebudayaan,’’ kata Kholik kepada INDOSatu.co, Rabu (8/6).

Penghargaan tersebut, kata Kholik, didedikasikan bagi siapa saja baik perseorangan, kelompok, atau organisasi yang memiliki sumbangsih ataupun peran yang berkontribusi besar bagi kemaslahatan dan kemanfaatan bagi masyarakat banyak.

Baca juga :   Operasi Pasar Marak, Beras Masih Tetap Mahal. Aleg PKS: Negara Kalah dengan Pengusaha

Sosok Ahmad Tohari terpilih dari puluhan tokoh lainnya karena dinilai seseorang yang mampu memperkokoh tradisi sastra realisame di Indonesia. Tohari juga merupakan sosok yang tanggap kritis terhdap masalah sosiokultural masyarakat di pedesaan.

Kholik mengatakan, Kang Tohari merupakan sastrawan dan budayawan pertama penerima penghargaan kategori individu. “Sesuai taglinenya, untuk menghargai kebaikan dan menghidupkan keteladanan,” ucap Kholik.

Menurut Kholik, pendekatan kebudayaan sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *