INDOSatu.co – JAKARTA – Keputusan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI membatalkan pengadaan gorden untuk seluruh rumah jabatan anggota (RJA) direspon positif Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas.
‘’DPR RI ternyata peka juga. Jadi, terima kasih atas keputusan pembatalan pengadaan gorden untuk seluruh rumah jabatan anggota (RJA) DPR RI. Karena pengadaan gorden itu memang melukai perasaan rakyat,’’ kata Fernando saat dihubungi INDOSatu.co, Selasa (17/5), malam.
Bahkan, kata Fernando, meski Pimpinan dan Anggota BURT DPR RI bersama Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI telah sepakat membatalkan pengadaan gorden, vitrase, dan blind jendela untuk seluruh RJA, publik diharapkan tetap memberikan pengawasan terhadap di lingkungan DPR.
Jangan sampai, kata Fernando, masyarakat kecolongan lagi terhadap penggunaan biaya negara untuk kepentingan wakil rakyat tersebut yang tidak terkait dengan pelayanan publik tersebut. Sebab, selain pemborosan, pengadaan gorden tersebut juga mestinya tidak perlu-perlu amat.
‘’Mesti tetap diawasi lah. Misalnya seperti pengaspalan yang dilakukan di lingkungan gedung DPR belum lama ini, yang informasinya mencapai Rp 11 miliar,’’ kata Fernando.
Karena itu, ungkap Fernando, sebaiknya ke depan masyarakat semakin cerdas memilih para wakilnya di legislatif. Jangan sampai ajang lima tahunan itu mengulangi hal yang sama. Artinya, memilih siapapun, hasil kerjanya juga sama seperti sebelum-sebelumnya. ‘’Ini yang terpenting menurut saya,’’ kata Fernando singkat.
Fernando juga berpesan, jangan memilih caleg yang tidak peka dan tidak peduli terhadap apa yang dialami oleh rakyatnya. Anggota DPR saat ini, kata dia, sangat tidak peka terhadap situasi keuangan negara dan masyarakat yang sedang kesusahan akibat dampak pandemi covid-19. Karena itu, ungkap dia, tak heran jika pengadaan gorden untuk seluruh rumah jabatan anggota (RJA) itu disorot publik secara berlebihan.
‘’Tidak pantas kan? Kita ini belum terbebas dari Covid-19, kok malah pengadaan barang untuk urusan gorden. Ini yang menurut saya melukai perasaan publik,’’ kata Fernando.
Diketahui, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso mengatakan bahwa, Pimpinan dan Anggota BURT DPR RI bersama Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI telah sepakat untuk membatalkan pengadaan gorden, vitrase, dan blind jendela untuk seluruh Rumah Jabatan Anggota (RJA) DPR RI di Kalibata.
Pembatalan tersebut merupakan respon DPR atas derasnya sorotan publik atas kebijakan yang super boros di tengah kondisi ekonomi negara yang sedang tidak baik-baiknya saja ini. Karena itu, kata Agung, pengadaan gorden untuk semua RJA dibatalkan.
‘’Jadi, itu yang menjadi kesimpulan rapat setelah melalui rapat dan diskusi panjang antara BURT dengan Setjen DPR RI,” ujar politisi Fraksi Demokrat (FD) tersebut saat memimpin konferensi pers BURT DPR RI dan Setjen DPR RI di Media Center, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5). (adi/red)