PKS Dinilai Panik, Elektabilitas RK-Suswono Terus Turun di Pilkada Jakarta

  • Bagikan
LAYANI WAWANCARA: Cagub DKI Jakarta 2024 Pramono Anung didamoingi Rano Karno dalam jumpa pers seusai debat ketiga Pilkada Jakarta 2024, di Hotel Sultan, Jakarta, pada Ahad (17/11).

INDOSatu.co – JAKARTA – Gejala bakal tumbangnya jago PKS di Pilgub Jakarta makin tampak. Pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RK-Suswono) yang didukung Jokowi mulai goyah. Selain tren elektabilitas turun. Mesin partai politik pendukung RIKA-Suswono mati suri.

Pernyataan tersebut disampaikan Pengamat Politik, Tarmidzi Yusuf. Tarmidzi menilai, Partai NasDem, PKB, PAN dan belasan partai politik pendukung RIKA-Suswono tidak bergerak sama sekali, kecuali PKS dan Golkar. Bahkan, salah satu faksi di Golkar diam-diam mendukung Pramono-Rano.

Partai NasDem dan PKB pernah kecewa dengan RK saat Pilgub Jawa Barat 2018. Demikian pula dengan Partai Gerindra, termasuk PKS pernah kecewa ketika mengusung RK di Pemilihan Wali Kota Bandung 2013. RIKA meninggalkan Partai Gerindra dan PKS di Pilgub Jawa Barat 2018.

Baca juga :   Real Count KPU Pukul 23.45 WIB, Pram-Doel Menang Satu Putaran 50,09 Persen

”Ini juga kabarnya Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra setengah hati mendukung RK-Suswono,” kata Tarmidzi.

Beberapa lembaga survei merilis anjloknya elektabilitas RK-Suswono. Sementara jagoan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta, Pramono-Rano alias si Doel menurut survei makin melejit. Bahkan, elektabilitas Pramono-Rano sudah melampaui elektabilitas RK-Suswono.

Itu hasil survei sebelum Anies Baswedan bertemu Pramono-Rano pekan lalu di kediaman Anies di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut ditafsirkan banyak pihak sebagai kode keras Anies Baswedan mendukung Pramono-Rano.

Diprediksi elektabilitas Pramono-Rano akan terus naik setelah Anies Baswedan mendukung Pramono-Rano. Ditambah turun gunungnya beberapa loyalis Anies Baswedan seperti Geisz Chalifah dan kawan-kawan memperkuat barisan pendukung Pramono-Rano.

Baca juga :   Terkait PPKM, Luhut Akhirnya Minta Maaf

Melihat fenomena itu, ungkap Tarmidzi, PKS panik. Juru bicara PKS, Ahmad Mabruri menyebut loyalis Anies yang merupakan jajaran PKS dan poros keummatan akan berseberangan dengan Anies Baswedan.

Juru bicara PKS mengklaim PKS sebagai loyalis Anies. Tentu saja hal yang kontradiktif dengan keputusan PKS di Pilgub Jakarta 2024. Boleh saja PKS mengklaim loyalis Anies. Faktanya PKS benar-benar meninggalkan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024 dengan mencalonkan Ridwan Kamil.

Poros Keummatan memang pendukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta tahun 2017 dan berlanjut hingga Pilpres 2024. Poros Keummatan juga masih berada bersama Anies Baswedan di Pilgub Jakarta dengan mendukung Pramono-Rano.

Baca juga :   Soal Banjirnya Barang Impor, LaNyalla: Saya Sudah Ingatkan sejak Agustus 2021

”Beberapa ulama berpengaruh di Jakarta yang dikenal dekat dengan Anies Baswedan masih berada di gerbong Anies Baswedan di Pilgub Jakarta. Kita belum melihat ulama berpengaruh di Jakarta merapat mendukung RK-Suswono,” kata Tarmidzi.

PKS panik. Pasangan calon Pramono-Rano akan mendapat limpahan suara Anak Abah (pendukung Anies), terutama Anak Abah yang selama ini menggaungkan Gerakan Pilih Semua alias Golpis. Belum lagi dari Anak Abah yang belum menentukan pilihan. Ditambah hijrahnya beberapa pendukung RK-Suswono ke Pramono-Rano.

”Akankah PKS dan RK menyesal? PKS menyesal meninggalkan Anies Baswedan. Sementara Ridwan Kamil menyesal meninggalkan Jawa Barat demi mengikuti “kemauan” Jokowi?,” pungkas Tarmidzi. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *