Launching Rumah Pangan B2SA, Andriko: Kualitas Konsumsi Lamongan Harus Meningkat

  • Bagikan
TINGKATKAN KUALITA KONSUMSI: Deputi III Bidang Penganeragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (BAPANAS) Andriko Noto Susanto (dua dari kiri) saat me-launching rumah pangan B2SA (Beragam Bergizi Seimbang dan Aman) di Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Jumat (14/6).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Deputi III Bidang Penganeragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (BAPANAS) Andriko Noto Susanto me-launching rumah pangan B2SA (Beragam Bergizi Seimbang dan Aman) di Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Hadirnya rumah pangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat setempat.

“Jadi, rumah pangan B2SA ini konsepnya adalah promosi, kampanye, dan edukasi kita semua untuk memberikan pola konsumsi pangan beragam, bergizi sehat, dan aman. Tetapi Badan Pangan Nasional tidak hanya promosi, tapi juga mengeksekusi dengan cara memberikan bantuan rumah pangan B2SA. Memang ini belum banyak seluruh Indonesia. Masih 175 titik, di Jawa Timur ada delapan,” ucap Andriko, Jumat (14/6).

Delapan Kabupaten/Kota yang me-launching rumah pangan B2SA secara serentak, yakni Kabupaten Lamongan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Bondowoso, Kota Madiun, dan Kota Batu.

Baca juga :   Harlah 1 Abad NU, Bupati Lamongan: Dedikasikan Spirit untuk Pembangunan NKRI

Lebih lanjut, Andriko menekankan, terdapat lima langkah promosi yang terus dimasifkan, yakni; konsumsi pangan B2SA dengan pangan lokal sebagai andalan, isi piringku, food weste atau membuang makanan, belanja bijak belanja secukupnya, dan zero new stunting.

“Yang kita launching hari ini mudah-mudahan dapat kita perluas lagi. Jadi, kalau di Lamongan sudah menggerakkan BUMN, BUMD dan perusahaan (program 1-10-100) untuk juga melakukan hal yang sama, ini harus kita apresiasi karena ini bentuk replikasi yang cerdas, agar semua pelaku usaha juga punya kepentingan mengangkat anak-anak kita yang sebenarnya bukan kurang makan, tapi karena pola asuh yang belum baik, sehingga menyebabkan dia kurang gizi,” imbuh Andriko.

Baca juga :   Terus Tingkatkan IPM dan Siapkan Generasi Emas, Bupati Yuhronur Launching SOTH

Andriko menceritakan, saat ini terdapat berbagai tantangan yang dihadapi dalam pangan nasional. Mulai dari laju fungsi lahan pertanian, alih profesi pertanian generasi muda, diversifikasi (penganeragaman) pangan, perubahan iklim karena meningkatnya suhu yang berakibat pada kegagalan panen, hingga lainnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan Anis Kartika Yuhronur Efendi mengungkapkan, sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Lamongan telah menerapkan program membawa bekal dari rumah dengan menerapkan program B2SA.

“Jadi Pak Dirjen, untuk PAUD di Lamongan, kami ada program dalam satu minggu ini anak-anak harus membawa menu dari rumah dengan komposisi B2SA. Untuk SD akan kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Dan kami juga ada program pembuatan ternak lele di sekolah agar nanti ketika panen bisa dikonsumsi bersama murid dan guru, tinggal menambah sayurnya,” ungkap Anis.

Baca juga :   Selewengkan Dana Nasabah, Manajer-Bendahara KSPPS di Bancar Dilaporkan ke Polres

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya mengatakan, program bantuan makan sehat B2SA yang diterima siswa-sisiwi SDN Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah dari Bapenas akan berlangsung selama 3 bulan dengan 60 kali paket makan. Harapannya, dengan menu makan yang benar dapat mematik orang tua untuk memberikan pola asuh yang benar melalui pemberian pola makan sehat sesuai pangan lokal untuk tumbuh kembang anak. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *