Peringati Hari Santri, Bagikan Telur dan Beasiswa untuk Yatim

  • Bagikan
AKSI PEDULI: Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang, Mukhlis Abdillah (kiri) membagikan telor kepada kaum duafa dan santri dalam peringatan Hari Santri yang berlangsung di halaman Parkir Ruko Semawis A8, Kedungmundu, Kota Semarang.

INDOSatu.co – SEMARANG – Peringatan Hari Santri di Kota Semarang ditandai dengan pembagian telur kepada 38 pondok pesantren dengan total satu ton telur. Selain itu, juga dibagikan beasiswa untuk 100 santri.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Parkir Ruko Semawis A8, Kedungmundu, Kota Semarang itu mendapat respon positif dari masyarakat.

Kepala Cabang Nurul Hayat Kota Semarang, Arfanu, mengatakan, kegiatan Hari Santri yang digelar Yayasan Nurul Hayat Kota Semarang ini membagikan satu ton telur untuk ponpes dan duafa di lingkungan pesantren dan kantor Nurul Hayat. Selain itu, juga dibagikan beasiswa untuk anak-anak yatim yang tinggal di ponpes.

Baca juga :   Dapat Hadiah Rumah, Guru SMK Muhammadiyah 1 Sleman Ngaku untuk Biaya Sekolah Anak

“Jadi, kegiatan ini ada dua pembagian beasiswa, yakni mereka yang tidak tinggal di pondok, dan telah disalurkan Rp 643 juta di tahun 2021 ini dan juga ada kuota untuk 10 santri yang tinggal di pondok, masing-masing santri mendapat Rp 13 juta,” katanya.

Arfanu mengatakan, biasanya dalam memperingati Hari Santri, lembaganya membagi sembako. Tetapi, pada peringatan kali ini, lembaganya membagi telur yang dibeli dari peternak telur, yang harganya terus mengalami penurunan. Padahal, di sisi lain, harga pakan terus naik, sehingga pihaknya ingin berkontribusi dan membantu peternak dengan cara membeli telurnya dengan harga diatas pasaran.

Baca juga :   Pandemi, PMI Bantu Masyarakat dan Pemerintah

“Kami ingin membantu saudara kita dengan cara membeli telor dengan harga diatas seperti harga biasa, sehingga saling menguntungkan,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Pemkot Semarang, Shotiah, mengatakan, dengan adanya peringatan Hari Santri ini, sangat membantu bagi peternak ayam karena telurnya bisa dibeli dengan harga yang layak. Shotiah mengaku, pandemi ini sangat luar biasa dampaknya terhadap petani petelur, yang harganya terus menurun karena dampak PPKM ini. (*)

Baca juga :   Perlu Sinergi, Selamatkan Masa Depan Anak Dampak Pandemi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *