INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Calon Presiden (Capres) Koalisi Perubahan Anies Baswedan kembali menyapa kampung halamannya, Yogyakarta. Di kota pendidikan itu, capres yang diusung Partai NarDem, PKS, PKB dan Partai Ummat itu menggelar terbuka di harapan ribuan pendukungnya di Lapangan Jambidan, Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/1).
Dalam pidato politiknya, alumni Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta itu mengingatkan pentingnya menjunjung etika dalam bernegara. Menurut Anies, negara adalah milik seluruh seluruh warga negara dan bukan milik satu golongan atau satu keluarga saja.
“Kita tidak ingin negara ini diatur seperti keluarga. Ini bukan negeri milik seseorang, ini bukan negeri milik satu keluarga,” kata Anies disambut tepuk tangan hadirin.
Anies dan mungkin sebagian besar rakyat Indonesia merasakan bahwa saat ini negara tengah berada di persimpangan jalan. Karena negara seolah menjadi negara kekuasaan. Karena itu, Anies kembali menekankan bahwa negara adalah milik rakyat Indonesia.
“Kita ingin mempertahankan jangan sampai jadi negara ini menjadi negara kekuasaan,” ujar Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu.
Lebih lanjut Anies menjelaskan bahwa negara harus berdiri berdasarkan asas hukum. Negara hukum merupakan negara yang penguasa diatur oleh hukum, sedangkan negara kekuasaan, penguasa mengatur hukum yang berada di negara tersebut.
“Kita tidak ingin menjadi negara kekuasaan dimana hukum di tekak tekuk sesuai kepentingan penguasa. Hukum diubah-ubah sesuai dengan pemegang kekuasaan, betul? Dan kemudian praktik-praktik pelanggaran dibiarkan,” ucap Anies.
Berdasarkan pantauan di lapangan, simpatisan yang hadir dalam kampanye tersebut berasal dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Isak tangis dan harapan Anies menang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dari salah seorang warga juga mewarnai acara tersebut.
“Presiden harus Pak Anies. Sudah saat ini Indonesia dipimpin orang cerdas dan peduli pada rakyat,” kata salah seorang warga sambil menangis saat menghadang Anies Baswedan.
Capres nomor 1 itu melihat antusiasme warga untuk hadir dalam acara hari ini sangat luar biasa. Yogya luar biasa. Yogya istimewa dan antusiasme masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di DIY menunjukkan semangat perubahan yang amat tinggi.
“Ini saja masih ada rombongan yang tidak bisa masuk. Ada beberapa kendala teknis. Kok bisa jalanan tertutup? Kok bisa tempatnya tidak bisa dilewati. Sebenarnya banyak yang mau datang tapi terhambat tidak bisa masuk ke lokasi,” sambungnya.
Tak lupa, Anies juga merasa bersyukur bisa pulang ke kampung halamannya bertemu masyarakat Yogya. Terlebih dalam kampanye hari ini, Anies mendapat dukungan massa dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Di Yogya itu massa PPP banyak. Ini menggambarkan basis grassroot PPP nampaknya berbeda dengan struktur. Kami sendiri tidak punya datanya. Kalau di Yogya nampaknya aspirasi cukup kuat,” pungkas Anies. (*)