INDOSatu.co – JAKARTA – Calon presiden nomor 01 Anies Baswedan merespon terkait umpatan maupun ancaman buat dirinya usai debat capres ketiga pada Ahad (7/1). Dia menuturkan, ancaman maupun umpatan tersebut tidak akan dia melaporkan kembali. Menurut Anies, ini proses demokrasi.
“Buat apa? Menurut saya, ini adalah proses demokrasi dan justru bagian dari penilaian bagi seluruh masyarakat bila sikap-sikap ancaman. Sikap-sikap yang tidak sopan, itu dibiarkan begitu saja,” kata Anies Baswedan di Samarinda, Kalimantan Timur dari audio yang diterima wartawan Kamis (11/1).
Dia tidak mau proses demokrasi ini terganggu. Karena, kata Anies, dirinya selalu menggaungkan kebebasan dalam berpendapat. Dia menilai ketika terpilih, pemerintah tidak boleh anti kritik. Dia tidak akan melarang masyarkat untuk mengkritik pemerintah.
“Nanti mengganggu iklim demokrasi kita. Kemarin kan beberapa kali saya sampaikan, kita ingin demokrasi di mana ada kebebasan untuk mengkritik pemerintah, pemerintah tidak boleh anti kritik, tidak boleh anti pada sanggahan,” tegasnya.
“Nah, sekarang sedang dalam proses nih, jadi masing-masing kandidatkan terima kritik, terima sanggahan. Nah ini bagian dari pemanasan. Nanti jadi tugas pemerintahan gimana?,” tambah Anies.
Selain itu, mantan Rektor Universitas Paramadina ini merespons soal ancaman-ancaman yang dilayangkan pada dirinya di sosial media.
Dia juga berharap ancaman-ancaman yang beredar di sosial media tidak akan terjadi. Dia menyerahkan ancaman-ancaman di media sosial, biar penegak hukum yang melanjuti.
“Ya mudah-mudahan tidak kejadian, dan kalau itu dianggap ancamaan ya pihak penegak hukum bisa menindak lanjuti,” tutupnya. (*).