INDOSatu.co – JAKARTA – Bakal calon presiden (Bacapres) Prabowo Subianto mendapat amunisi baru berupa dukungan dua partai yang memiliki perwakilan di parlemen, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golongan Karya (Golkar). Bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kedua parpol tersebut resmi memberikan dukungannya terhadap Prabowo Subianto.
Dukungan ketiga parpol digelar di Gedung Proklamasi, Menteng, Ahad (13/8). Tampak hadir Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Sokongan ketiga parpol itu ditandai dengan pemberian surat dukungan resmi kepada Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra itu oleh masing-masing pemimpin partai. Dengan bersatunya empat partai tersebut, koalisi besar bakal terwujud.
Ketum PAN Zulkifli Hasan menuturkan bahwa pemberian dukungan kepada Prabowo ini dilakukan melalui pembahasan secara matang dan melalui perenungan yang panjang.
“Kenapa PAN mengambil keputusan itu saudara-saudara, kami sudah 10 tahun, bareng-bareng dengan Pak Prabowo. Kalau tinggal sedikit kenapa tidak sabar. Kami meyakini perjuangan 10 tahun itu akan tuntas, karena hari ini kita sudah bersama-sama,” kata Zulkifli.
“Semoga kita bersama Gerindra, PAN, Golkar, PKB dan teman-teman partai lainnya bisa menuntaskan perjuangan kita pada pemilu 14 Februari 2024, Insyaallah Pak Prabowo menjadi presiden Indonesia,” sambung Zulkifli.
Sedangkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto juga menyatakan dukungan Golkar kepada Prabowo. Dia menegaskan Partai Golkar menjatuhkan pilihan kepada Prabowo karena sosoknya lahir dari rahim partai Golkar.
“Karena itu, beliau mengikuti kegiatan di Partai Golkar dan kekaryaannya tidak diragukan lagi. Ini egaliter, searah, sejalan dan setujuan dengan Partai Golkar,” kata Airlangga.
Sementara itu, dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga menuturkan bahwa sudah berpuluh-puluh tahun PKB hadir di kancah politik, tetapi baru kali ini berkoalisi dengan PAN. “Semoga koalisi ini membawa kemajuan baru bagi Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Cak Imin. (*)