Menginjak Satu Abad, Sekum PP Muhammadiyah Sampaikan Ucapan Selamat Harlah NU

  • Bagikan
TIDAK BERI IZIN: Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengaku tidak akan memberi izin kampanye di lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah, meski Mahkamah Konstitusi memperbolehkan peserta pemilu memperbolehkan kampanye.

INDOSatu.co – JAKARTA – Indahnya kebersamaan. Kebersamaan itu indah. Itulah gambaran hubungan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) selama ini. Ketika Muhammadiyah menggelar Muktamar ke-48 di Surakarta pada 18-20 November 2022 lalu, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengucapkan selamat dan sukses terhadap organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu.

Dan begitu pula sebaliknya. Ketika NU sedang merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-97, tepatnya menginjak 1 Abad, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti juga tak ketinggalan mengucapkan selamat dan sukses untuk organisasi yang didirikan Hadratussyech KH Hasyim Asy’ari itu, tepatnya pada 31 Januari 2023.

Pada tahun ini, NU menginjak usia seabad yang akan dirayakan puncaknya pada 7 Februari 2023, sementara pada 31 Januari 2023 atau kalender masehi 97 tahun. Mu’ti mengatakan, bahwa saat ini, jumlah anggota NU merupakan yang terbesar.

“Dengan jumlah anggota yang sangat besar dan punya kedekatan dengan Pemerintah, NU memiliki potensi besar menjadi organisasi yang digdaya. Dalam konteks politik, NU bisa menjadi salah satu pemain utama yang menentukan masa depan umat dan bangsa.” kata Mu’ti dikutip dari muhammadiyah.or.id, Kamis (2/2).

Baca juga :   Deklarasikan Anies di Yogyakarta, Habil: Lihat Saja Nanti, Semoga Pj Ketum Datang

Potensi besar tersebut, menurut Mu’ti akan terwujud, apabila NU lebih serius dalam melakukan tiga program utama. Ketiga program itu, yakni transformasi jamiyah, penguatan ekonomi dan peningkatan pelayanan sosial, serta memperkuat civil society.

“Hal demikian akan terwujud apabila NU bisa lebih serius melakukan tiga program utama, yakni pertama, melakukan transformasi jamiyah menjadi organisasi yang berbasis sistem dan budaya good governance.” ungkap Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu.

Baca juga :   Gelar Apel Siaga Perubahan di GBK, NasDem Unjuk Kekuatan Hadapi Pilpres 2024

Program utama yang kedua, adalah dengan penguatan ekonomi umat dan peningkatan layanan sosial, terutama di akar rumput sebagai basis massa NU. Sebagai organisasi yang memiliki jumlah pengikut yang besar, program kedua ini menjadi sangat strategis.

“Dan yang ketiga adalah memperkuat peran sebagai civil society dan civil Islam yang mendorong percepatan konsolidasi demokrasi, pemberantasan korupsi, penegakan hukum dan HAM, dan peran masyarakat sipil lainnya. Jadi, sekali lagi, selamat dan sukses Harlah NU.” tandas pria asal Kudus, Jawa Tengah itu. (adi/red)

Baca juga :   SBY - Demokrat yang Bertanggungjawab terkait PT 20 Persen
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *