Besok Undang Pimpinan Buruh Luruk Gedung DPR RI, Nyatakan Sikap Tolak Perppu

  • Bagikan

INDOSatu.co – JAKARTA – Sikap penolakan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 oleh sejumlah pimpinan ternyata bukan gertak sambal. Guna membuktikan sikapnya tersebut, mereka siap meluruk Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan sikap penolakan terhadap Perppu itu.

Informasi yang dihimpun wartawan media ini, sejumlah pimpinan buruh juga menyatakan siap datang dan menyatakan sikap menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 30 Desember 2022 itu. Mereka mencurigai bahwa Perppu tersebut diterbitkan untuk memuluskan UU Cipta Kerja.

Baca juga :   Dampak Putusan MK Nomor 60 dan 70, Anthony: Bikin Rencana Jahat Jokowi Berantakan

”Insya Allah, Kamis (5/1) besok, kami para konfederasi maupun serikat pekerja akan mendatangi gedung DPR RI untuk menyatakan sikap penolakan,” kata Ketua Umum DPP KSPSI, Moh. Jumhur Hidayat kepada INDOsatu.co, Rabu (4/1) malam.

Berdasar agenda yang diterima media ini, undangan tersebut langsung disampaikan Jumhur Hidayat untuk menyampaikan sikap penolakan di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca juga :   Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat: DPR Lambat, Perppu Batal Demi Konstitusi

“Yang pasti, sekitar 50 orang dari pimpinan konfederasi, federasi, serikat buruh dan serikat pekerja akan menyatakan sikap menolak Perppu di depan Gedung DPR,” kata Jumhur.

Selain para pimpinan serikat buruh, Jumhur juga mengajak kepada para aktivis sosial untuk ikut bergabung guna menyuarakan penolakan Perppu Cipta Kerja yang dinilai akan merugikan buruh. Perppu tersebut sarat dengan ketidakadilan.

”Menghadapi ketidakadilan atas terbitnya Perppu itu, kita jelas tidak bisa tinggal diam,” kata mantan aktivis ITB tahun 80-an itu.

Baca juga :   Kantor Tempo Dikirimi Kepala Babi, KKJ Anggap Teror dan Lapor Polisi

Jumhur juga berharap, saat datang di Gedung DPR RI besok, akan ada banyak pihak yang bergabung untuk menyelamatkan nasib buruh, yang kian hari semakin tidak menentu itu.

“Jadi, kita sudah saatnya mulai bergandengan tangan dalam ruang waktu yang sama dalam melawan kembalinya otoritarianisme ini. Salam juang, dan salam untuk kemenangan buruh,” pungkas Jumhur. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *