INDOSatu.co – TUBAN – Kebijakan Pemkab Tuban, terkait program herd immunity, patut mendapat apresiasi. Pasalnya, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tuban, tidak hanya menyasar ke masyarakat umum, tetapi juga sudah menyasar di kalangan pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban Nur Khamid mengatakan, saat ini jumlah siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengikuti program vaksinasi sudah mencapai 69 persen. “Dari total jumlah siswa SMP di Kabupaten Tuban, sekitar 4.840 siswa, yang sudah vaksin mencapai 3.375 siswa,” ungkapnya.
Dia mengakui, jika melihat kuantitas jumlah siswa SMP yang mengikuti vaksinasi, sejatinya vaksinasi untuk pelajar masih akan terus digalakkan, karena jumlahnya masih belum seluruhnya. Hal itu disebabkan karena ada beberapa kendala, sehingga vaksinasi, belum menyeluruh ke siswa tingkat SMP. Kendala itu, kata dia, diantaranya keterbatasan vaksin yang tersedia, serta mepetnya waktu pelaksanaan. “Waktu yang tersedia kurang lebih hanya sehari. Sore vaksin datang, besuk paginya langsung pelaksanaan (vaksin). Awalnya, kami sempat pesimis bisa terlaksana, tapi alhamdulillah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut dia, persiapan yang dilakukan juga serba dadakan, seperti mepetnya sosialisasi ke tenaga pendidik dan siswa, serta persiapan lainnya. Terlebih pada saat pelaksanaan, banyak siswa yang tidak berada di sekolah. “Kendala yang dihadapi panitia yakni, terkait persetujuan orang tua, terutama siswa kelas tujuh, banyak yang belum mengajukan izin ke orang tua,” jelasnya.
Dia menambahkan, vaksinasi untuk siswa merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo, waktu melakukan kunjungan ke Madiun, beberapa waktu lalu. Dimana, tujuan utamanya agar seluruh masyarakat mau mengikuti vaksinasi untuk menuju herd immunity. “Sedangkan untuk siswa, kedepan vaksinasi merupakan bagian dari persyaratan untuk dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” imbuhnya. (*)