Vaksinasi Kedua Masih Minim, Dinkes Perlu Genjot Sosialisasi

  • Bagikan
PERLU GALAKKAN SOSIALISASI: Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di Puskesmas Kecamatan Bancar masih minim peminat.

INDOSatu.co – TUBAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban perlu menggenjot sosialisasi vaksinasi dosis dua (kedua), agar mencapai target yang diharapkan. Pasalnya, vaksinasi dosis kedua ditingkat kecamatan di Bumi Ronggolawe itu, dinilai masih minim peminat. Hal itu terlihat pada vaksinasi dosis kedua yang digelar di Puskesmas Bancar, Selasa (24/8).

Kepala Dinkes Kabupaten Tuban Bambang Priyo Utomo, melalui Koordinator Imunisasi Puskesmas Bancar, Lina Ariyanti mengatakan, vaksinasi dosis kedua di Kecamatan Bancar baru terealisasi sebanyak 920 warga. Jika merujuk pada vaksinasi tahap pertama yang sudah mencapai 2.233 warga.

Baca juga :   Puan: Cairkan segera Insentif untuk Nakes

“Warga yang sudah mengikuti vaksinasi dosis dua, sampai pukul 10.00 WIB jumlahnya masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah warga yang mengikuti vaksinasi tahap pertama (dosis pertama),” ungkapnya.

Menurut dia, masih sedikitnya jumlah warga yang mengikuti vaksinasi dosis kedua, lantaran pelaksanaan vaksinasi kedua, baru digelar pada Selasa (24/8). Untuk menggenjot realisasi vaksinasi dosis kedua, pihaknya akan terus mensosialisasikan ke masyarakat. Pihaknya juga akan menggelar vaksinasi lagi, pada Rabu (25/8) mulai pukul 08.00 sampai selesai.  “Selain hari ini, kami juga akan menggelar vaksinasi dosis kedua lanjutan,” jelasnya.

Baca juga :   Pemkab dan DPRD Bahas Raperda Nota Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022

Vaksinasi dosis kedua yang digelar di Puskesmas Bancar, sasarannya adalah warga Desa Bancar dan sekitarnya, seperti Desa Ngampel, Margosuko, Karangrejo dan lainnya. Selain di Puskesmas Bancar, vaksinasi juga digelar di Puskesmas Bulu. Sedangkan, vaksin yang sudah digunakan, yakni vaksin Sinovac sebanyak 276 botol kecil, vaksin AstraZeneca sebanyak 22 dosis, vaksin Moderna sebanyak 3 dosis, dan vaksin Sinopharm (single dos) sebanyak 10 dosis. “Untuk vaksin yang banyak digunakan adalah vaksin Sinovac,” imbuhnya. (*)

Baca juga :   Wapres Minta Ulama Ikut Jaga Distrust kepada Pemerintah
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *