Dikunjungi Jokowi Dua Jam, Mega Bahas Pemilu, Krisis Pangan hingga Nasi Uduk

  • Bagikan
BAHAS SITUASI TERKINI: Presiden Joko Widodo (kanan) saat berkunjung di Istana Batu Tulis, Bogor dan diberi cindera mata buku Bung Karno oleh Ketuam Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Sabtu (8/10).

INDOSatu.co – JAKARTA – Menjelang Pilpres 2024 mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor. Selama dua jam, Megawati dan Jokowi membahas berbagai hal. Mulai membahas isu kebangsaan, krisis pangan hingga nasi uduk.

Pertemuan tersebut dianggap sarana berkomtemplasi guna membahas secara jernih terhadap arah masa depan bangsa dan negara. Hal itulah yang secara periodik dilakukan oleh Megawati dengan Presiden Joko Widodo.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Megawati menjamu Jokowi dengan mempersiapkan menu makanan yang sedehana, namun penuh semangat kerakyatan.

Baca juga :   Ketua DPD RI LaNyalla Hadiri Zikir Manaqib di Ponpes Al-Qodiri Jember

“Dialog dilakukan selama 2 (dua) jam. Makanan secara khusus dipersiapkan oleh Ibu Megawati berupa jagung, kacang bogor, pisang rebus, talas, dan juga nasi uduk. Dari makanan untuk menjamu Presiden Jokowi sendiri penuh dengan semangat kerakyatan” ujar Hasto dalam keterangan resmi, Sabtu (8/10).

Hasto pun menambahkan bahwa Ibu Megawati sendiri sejak bulan Maret 2020 telah menginstruksikan untuk menanam 10 tanaman pendamping beras seperti pisang, jagung, talas, kacang-kacangan, ketela, sukun, sorgum, porang dan lain sebagainya.

Baca juga :   Dato Tahir Sedang Berduka. Menantu Meninggal, Bamsoet Takziyah dan Sampaikan Duka

“Apa yang dicanangkan Bu Mega sejak 2,5 tahun lalu kini terbukti, dunia menghadapi krisis pangan. Karena itu, Bu Mega menghidangkan makanan pendamping beras secara khusus ke Pak Jokowi, agar Indonesia benar-benar berdaulat di bidang pangan,” tambah Hasto.

Dalam diskusi mendalam tersebut, juga dibahas langkah-langkah penting di dalam menghadapi krisis ekonomi dunia dan pangan.

“Ibu Mega memang sangat menaruh perhatian terhadap krisis ekonomi dan pangan, dan Bu Mega membagi pengalaman lengkap menuntaskan krisis multidimensional,’’ kata Hasto.

Saat itu, kata Hasto, seluruh jajaran Kabinet Gotong Royong benar-benar fokus dan terpimpin, sehingga pada tahun 2004 Indonesia bisa keluar dari krisis. Pak Jokowi pun menegaskan keseriusan pemerintah, termasuk bagaimana para menteri harus fokus menangani berbagai tantangan perekonomian, krisis pangan-energi, dan tekanan internasional akibat pertarungan geopolitik.

Baca juga :   Soal Hukuman Mati Sambo, Margarito: Kita Hormati, Tapi Vonis Itu Berlebihan

Sedangkan terkait agenda Pemilu 2024, ungkap Hasto, juga tidak luput dari pembahasan agar Pemilu 2024 benar-benar menjadi momentum kebangkitan Indonesia Raya dan sekaligus ada kesinambungan kepemimpinan sejak Bung Karno, Bu Mega, Pak Jokowi hingga kepemimpinan nasional ke depan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *