Soal Turunnya Angka Kekerasan Perempuan dan Anak, Bupati: Berkat Satgas PPA

  • Bagikan
PUJI SATGAS PPA: Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah (jilbab putih) membacakan SK pengukuhan Satgas PPA se-Kabupaten Bojonegoro di Aula Angling Dharma, Jumat (9/9)

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Terbentuknya Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak di setiap Kecamatan sejak tahun 2019 memberikan kontribusi besar terhadap penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro.

Hal itu merupakan bentuk perlibatan masyarakat sebagai wujud partisipasi di dalam pembangunan, khususnya pemberdayaan perempuan dan anak dalam upaya untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menanggapi jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro Heru Sugiharto dalam acara Pembinaan dan Pengukuhan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Aula Gedung Angling Dharma, Jumat (9/9).

Baca juga :   Kemarau Masih Berlangsung, Polres-Kodim Bojonegoro Pasok Warga Air Bersih

Seperti diketahui, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak Kabupaten Bojonegoro di tahun 2020 sebanyak 61 kasus, tahun 2021 sebesar 50 kasus, dan di tahun 2022 per Agustus sejumlah 28 kasus dikatakan

Pada 2022 ini, kata Heru, ada 56 Satgas PPA hadir untuk dikukuhkan. Mereka terdiri dari Ketua dan Sekretaris selaku perwakilan 28 Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro. 56 satgas tersebut dikukuhkan secara langsung oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah.

Mereka dikukuhkan berdasarkan Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor: 188/290KEP/412.013/2022 tentang Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak Di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2022. Pengukuhan ditandai dengan penyematan Pin Satgas PPA secara simbolis oleh Bupati Bojonegoro kepada perwakilan Satgas PPA.

Baca juga :   Bikin Geger Kampung, Warga Demit Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Angker

 

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kekerasan terhadap perempuan dan anak di era saat ini bukan saja hanya materi, melainkan juga mengarah kepada jiwa, dalam arti bukan hanya harta bendanya yang diambil/dicuri, namun juga pemiliknya terkadang mendapatkan intimidasi/perlakuan kekerasan.

Karena itu, kata bupati Anna, anak-anak pun juga wajib mendapatkan perlindungan, karena anak-anak belum cakap dalam berpikir serta memiliki tanggung jawab terhadap sosialnya.

Baca juga :   Kenakan Busana Tionghoa, Bupati Bojonegoro Nonton Wayang Bersama di Hok Swie Bio

Lebih lanjut, Bupati Anna mengungkapkan, dengan menurunnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro ini berkat perhatian semua pihak, terutama Satgas PPA dalam upaya memberikan advokasi, menanggulangi/mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro.

‘’Dengan dilantiknya Pengurus PPA tingkat Kecamatan, Pemkab akan selalu dan turun ke bawah untuk memberikan pembinaan dan pendampingan,’’ katanya.

Usai pengukuhan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi, diskusiserta  tanya jawab. Tampak petugas pemandu dari Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro memberikan api semangat kepada Satgas PPA Kabupaten Bojonegoro dengan jargon dan yel-yel. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *